ALASAN UTAMA KENAPA ANDA HARUS INVESTASI DI PATALLASSANG MAMMINASATA :
klik disini untuk info properti kami lainnya
Alasan Pertama :
Sebuah konsep dan tata kota
metropolitan, terletak di Pattallassang Gowa. hadir sebagai kota penyanggah di
kawasan timur indonesia. Sebuah kota satelit, di bangun di atas hamparan 1000
ha.Kawasan kota yang di lengkapi dengan lap golf, terintegrasi dgn pembangunan
Baypass Maminasata dan Kiwa menjadikan kota ini terbaik di kawasanTimur
Indonesia.
Namun cerita ini akan menjadi
sebuah kisah pahit jika kita hanya duduk manis di rumah memerhatikan
perkembangan lingkungan disekitar kita, kita akan hanya menjadi penonton di
rumah sendiri, sebuah nasib yg identik dengan nasib Pribumi.
Namun tentu saja hal tersebut
terjadi bukan karna menerima bgitu saja keadaan dengan pasrah namun karena
sebuah kondisi dimana persaingan yang ketat dan tidak seimbang antara orang elit
dengan kebanyakan orang kelas menengah kebawah.
Sebuah keadaan di mana harga-harga Property sangat mahal dan kian mahal, bertambah hari bertambah mahal, sementara penghasilan tak menentu dan kadang minus.
Sebuah keadaan di mana harga-harga Property sangat mahal dan kian mahal, bertambah hari bertambah mahal, sementara penghasilan tak menentu dan kadang minus.
Property dalam kota atau pinggir
kota tentu saja sangat mahal, property luar kota atau di Pedesaan tentu saja
tidak strategis amat, dua keadaan yang yang seharusnya menyatu malah bertolak
belakang, sebuah pepatah Warkop dono kasino indro "maju kena, mundur
kena".
keadaan inilah yang memaksa
sebagian besar masyarakat kita jadi acuh melirik Property untuk masa depan
sanak keluarganya.
ALASAN KEDUA ADALAH
KAWASAN Mamminasata alias
Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar terus bergerak. Sebagai percontohan
pengembangan tata ruang terpadu di Sulsel, kawasan ini mengembangkan Kota Baru
atau kota satelit di daerah Moncongloe (Maros) dan Pattalassang (Gowa).
Sebagai simpul utama kawasan
Mamminasata, Kota Makassar memiliki peran penting bagi pengembangan dan
orientasi pergerakan ekonomi serta kegiatan pembangunan di kawasan ini. Tidak
terlepas juga bagi Kawasan Kota Baru Maros-Gowa dalam konstalasi
perwilayahannya akan tetap berorientasi pada Kota Makassar sebagai main core
kegiatan dan pengembangan wilayah metropolitan Mamminasata.
Secara geografis, posisi Kawasan
Kota Baru Maros-Gowa ini terletak di sebelah timur Kota Makasar. Kurang lebih
17 km dari Kota Makassar atau sekitar 15 km dari Panakukang Mas. Dengan jarak
yang relatif dekat Kota Baru itu, nantinya akan tumbuh menjadi kota satelit
bagi Kota Makassar.
Kepala Dinas Tata Ruang dan
Pemukiman Sulsel, Andi Bakti Haruni, mengatakan, adapun fungsi yang akan
diemban Kota Baru tersebut adalah untuk menampung lonjakan penduduk yang saat
ini pertumbuhannya rata-rata 1,76 persen setiap tahun. Selain itu, nilai strategis
lainnya dari kawasan ini adalah kemudahan aksesibilitas menuju pusat-pusat
utama kawasan metropolitan Mamminasata. Seperti, Bandar Udara Sultan Hassanudin
yang hanya berkisar 11 km, Pelabuhan Soekarno Hatta, KIMA, serta dilayani oleh
jaringan jalan outer ring road Mamminasata yang akan dikembangkan kemudian
sebagai jalan arteri primer nasional.
“Kawasan Kota Baru Mamminasata
memiliki luas ± 3.500 ha yang terletak di dua kecamatan, yaitu Kecamatan
Moncongloe di Kabupaten Maros dengan luas 2.493 ha dan Kecamatan Pattalasang di
Kabupaten Gowa dengan luas 1.038 ha,” jelas Andi Bakti, di Makassar, Senin
(25/3).
Andi Bakti mengungkapkan, wilayah
tersebut sebagian besar penggunaan lahannya saat ini didominasi areal
persawahan, ladang dan beberapa diantaranya masih ditutupi oleh vegetasi alami.
Sehingga, nantinya tidak mengeluarkan biaya yang besar untuk pembebasan lahan
masyarakat. Sedangkan, beberapa diantaranya telah terbangun daerah permukiman.
Wilayah tapak terletak pada ketinggian sekitar 30-50 m diatas permukaan laut,
sehingga wilayah ini termasuk dalam wilayah bebas banjir.
“Saat ini aksesibilitas menuju
kawasan ini masih relatif sulit ditempuh. Hal ini dikarenakan oleh kondisi
jaringan jalan yang masih belum memadai,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, pengembangan
Kawasan Kota Baru Mamminasata bertujuan membangun Kota Satelit masa depan yang
hijau,berkelanjutan dan terpadu. Kota Baru Mamminasata tidak akan membentuk
struktur ruang, tetapi membentuk sistem pusat pelayanan. Konsep sistem pusat
pelayanan dibangun berdasarkan penempatan pusat-pusat pelayanan dan pembentukan
klasifikasi jaringan jalan.
“Secara umum, kawasan Kota Baru
ini terbagi dua wilayah pengembangan yaitu wilayah pengembangan I dan wilayah
pengembangan II. Konsep dasar pengembangan sistem pusat pelayanan kawasan
dibangun berdasarkan tuntutan perkembangan dan daya dukung (carrying capacity)
kawasan,” ujarnya.
Dukungan untuk membangun Kota
Baru, lanjut Andi Bakti, didasarkan pada RDTR Kota Baru yang telah dibuat oleh
Ditjen Penataan Ruang. Peraturan lain yang mendukung kebijakan tersebut adalah
Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan
Perkotaan.
“Hingga saat ini, masih ada
beberapa persoalan yang dihadapi dalam pengembangan Kota Baru. Mulai dari tahap
persiapan, di bidang hukum, perencanaan, pembangunan fisik, operasional,
perizinan, hingga pendanaan,” urainya.
Karenanya, Dinas Tata Ruang dan
Pemukiman telah menyiapkan tindakan antisipasi. Andi Bakti berharap, Kabupaten
Gowa dan Maros segera melegalkan RDTR Kota Baru yang telah disusun Pemprov
Sulsel dalam bentuk Perda dan Perbup yang dimaksudkan sebagai alat pengendalian
pemanfaatan ruang di Kota Baru. Termasuk, membantu pemprov dalam proses
pembebasan lahan untuk rencana pembangunan jalan Bypass Mamminasata yang
terletak di kawasan Kota Baru, tepatnya di Kecamatan Pattalassang dan
Moncongloe sepanjang 50 kilometer.
“Kami harap, semua perizinan
pembangunan perumahan, baik oleh individu maupun pengembang di Kawasan Kota
Baru mengacu pada RDTR Kota Baru yang telah dibuat bersama oleh Pemprov Sulsel
dengan Pemkab Maros dan Gowa,” harap Andi Bakti.
Untuk Informasi Tanah Kavling yang Aman dan legal, Hub: Yusuf
hp/wa : 0811480303 klik disini untuk info properti kami lainnya
Kota Baru Galesong City
Of Patalassang






